Sabtu, 25 Maret 2017

Wisata Kota Solo

Wisata Solo Yang Banyak Dikunjungi Wisatawan

Langsung saja berikut kami tampilkan Daftar 12
 Tempat Wisata di Kota Solo atau Surakarta yang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan :

1. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Berkunjung ke Kota solo rasanya kurang lengkap apabila belum mengunjungi Keraton Surakarta. Keraton ini bernama lengkap Keraton Surakarta Hadiningrat. Dahulu keraton ini adalah bagian dari kerajaan Mataram, namun karena permasalahan politis dengan Belanda akhirnya Kerajaan Mataram ini dipecah menjadi 2 yaitu Kasunanan Surakarta yang dipimpin oleh Pakubuwono III dan Kasultanan Yogyakarta yang dipimpin Oleh Pangeran Mangkubumi. Pangeran Mangkubumi ini kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I sekaligus titik awal Kerajaan Yogyakarta yang masih berdiri sampai saat ini. Sampai saat ini keraton Surakarta masih berdiri dengan tegak. Didalamnya banyak tersimpan berbagai peninggalan Raja-raja sebelumnya. Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi di dalam Istana ini. Selain itu di Keraton Surakarta juga sering diselenggarakan upacara adat pada hari-hari tertentu, seperti Sekaten pada malam Maulid nabi dan arak kebo Kyai Slamet saat malam 1 Suro. Oleh karena itu sampai sekarang Keraton Surakarta dijadikan sebagai Tempat Wisata di Solo yang sangat diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

2. Kebun Binatang Taru Jurug


Tempat wisata terindah di Solo berikut ini adalah berupa kebun binatang. Kebun Binatang Jurug atau nama resminya Taman Satwa Taru Jurug merupakan salah satu tempat wisata kebanggaan warga Solo. Tempat wisata Kebun Binatang Jurug ini berlokasi di tepi Bengawan Solo atau perbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Setiap hari Minggu dan hari libur nasional tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.Wisata Solo Kebun Binatang Jurug ini memiliki koleksi binatang yang lengkap. Suasana di tempat wisata Solo ini juga sangat sejuk dan nyaman sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tempat nongkrong bersama teman anda.

3. Museum Radya Pustaka


Museum Radya Pustaka terdapat di dekat Kompleks Taman Sriwedari Solo. Museum ini merupakan salah satu museum tertua di Indonesia. Di dalam museum ini banyak menyimpan benda-benda yang berhubungan dengan Kota Solo dan peninggalan Keraton Mataram. Salah satu koleksi yang cukup terkenal adalah koleksi berupa porselen yang merupakan hadiah dari Napoleon Bonaparte kepada Sri Susuhunan Paku Buwono IV. Namun sayangnya museum ini pernah mengalami cerita buruk yaitu berupa pencurian benda-benda koleksi yang dilakukan oleh oknum keluarga kerajaan Surakarta. Namun kasus ini telah diselesaikan oleh kepolisian. Hal ini menunjukkan betapa selama ini kita kurang menghargai sejarah negeri sendiri. Seharusnya kita selalu menjaga barang-barang peninggalan sejarah agar dapat selalu mengenang sejarah bangsa sendiri.

4. Ngarsopuro Night Market Solo


Ngarsopuro merupakan bagian dari jalanan di Kota Solo yang disulap sedemikian rupa menjadi kawasan yang sangat nyaman untuk kumpul-kumpul bagi warga Solo. Kawasan Ngarsopuro ini tepatnya berada di Jalan Diponegoro atau bagian selatan Pura Mangkunegaran. Pada hari biasa setiap malam tempat ini ramai dikunjungi kawula muda untu sekedar nngkrong. Namun setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 19.00 - 21.00 WIB tempat ini dijadikan sebagai pusat keramaian berupa adanya pedagang yang menjajakan barang dagangannya untuk pengunjung. Barang yang dijajakan di Wisata Kota Solo ini adalah berupa kerajinan, batik, souvenir, kuliner khas Solo dan barang oleh-oleh lainnya.

5. Museum Batik Danar Hadi Solo


Jika anda dari luar kota dan sedang berkunjung untuk wisata ke Solo nampaknya kurang lengkap apabila belum membeli batik Danar Hadi sebagai oleh-oleh. Danar Hadi merupakan merek batik ternama dari Solo. Baju batik Danarhadi dapat anda jadikan sebagai cinderamata dari Solo yang snagat bagus. Selain outlet penjualan, Danar Hadi juga membuat sebuah museum tentang batik yaitu Museum Batik Danar Hadi. Di Museum ini pengunjung dapat melihat koleksi motif berbagai macam batik dari seluruh nusantara.

6. Pasar Klewer Solo


Selain wisata budayanya, Kota Solo juga terkenal dengan wisata belanjanya. Salah satu wisata belanja Solo yang tak mungkin untuk dilewatkan adalah belanja di Pasar Klewer Solo. Pasar Klewer merupakan pasar yang menyediakan berbagai macam kain, batik dan pakaian terbesar di Solo. Disini anda dapat membeli pakaian dengan harga murah, karena di pasar Klewer tempatnya grosir pakaian. Namun perlu diingat juga bahwa anda juga harus pandai-pandai menawar harga. Kalau tidak pintar menawar bisa-bisa malah harga pakaiannya menjadi mahal.



7. Solo Grand Mall

Kalau tadi kita membahas Pasar Klewer yang berkonsep pasar tradisional, sekarang kita akan bahas wisata belanja dengan konsep modern yaitu belanja ke Solo Grand Mall. Solo Grand Mall atau sering disingkat SGM merupakan Mall terbesar di Kota Solo. Hampir tiap hari mall ini selalu ramai dikunjungi pengunjung, baik untuk belanja kebutuhan sehari-hari, beli pakaian, perhiasana, makan atau bahkan hanya sekedar nongkrong di foodcourt. Di SGM juga terdapat bioskop yang menayangkan film-film terbaru. Mall di Solo ada banyak tidak hanya Solo Grand Mall saja namun ada juga Matahari Singosaren, Solo Square dan juga Solo Paragon. Anda dapat mencobanya jika ada waktu luang untuk jalan-jalan belanja di Solo.



8. Pusat Grosir Solo

Pusat perbelanjaan di Solo yang satu ini sebenarnya hampir mirip dengan Pasar Klewer. Namun karena pembangunannya lebih baru maka suasana didalamnya lebih nyaman dibanding dengan Psar Klewer. Di Pusat Grosir Solo atau PGS juga banyak menyediakan berbagai macam pakaian dari mulai batik, baju, sepatu, tas dll. Harganya juga bisa dikatakan bersaing. Lokasi PGS ini satu kawasan dengan Keraton Surakarta atau tepatnya di sebelah timur Alun-alun Utara Keraton Surakarta.



9. Galabo Solo

Tempat Wisata di Solo berikut ini adalah berupa wisata kuliner yang dibuka pada malam hari. Galabo merupakan singkatan dari Gladak Langen Bogan yaitu semacam pusat kuliner yang berada di Solo dan buka setiap malam hari. Di lokasi ini ada berbagai macam outlet makanan dan jajanan yang siap menyediakan makanan kesukaan anda. Outlet yang berjualan ini pada dasarnya merupakan outlet yang ada di Kota Solo, namun diberi ruang khusus untuk membuka warung di tempat ini sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai macam makanan dalam satu lokasi. Makanan yang dijajakan di Wisata Kuliner Solo ini misalnya bistik, angkringan, sate, bandeng  bakar, soto, timlo, gudek dll. Oh ya lokasi Galabo ini sesuai namanya berada di kawasan Gladak, atau tepatnya di depan PGS.

10. Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo

Taman Hiburan Rakyat Sriwedari merupakan sebuah taman yang bersejarah bagi Kota Solo. Di temat ini sejak dulu dijadikan sebagai tempat pertunjukan kesenian tradisional khas Jawa Tengah seperti wayang orang, kethoprak dll. Namun saat ini Taman Sriwedari sudah disulap menjadi tempat yang lebih modern yaitu dengan penambahan wahana permainan untuk anak-anak bahkan ada juga mini water park. Selain wahana permainan juga ada stand penjual makanan serta panggung untuk pertunjukan musik lokal seperti dangdut, lagu Koes Plus dll.



11. Kampung Batik Laweyan Solo

Solo merupakan Kota yang terkenal akan batiknya sehingga tak heran apabila di Solo ada kampung batik. Sebenarnya ada 2 kampung batik yang terkenal di Solo yaitu Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman. Di dua tempat ini sama-sama terdapat banyak pengrajin batik tradisional. Namun kabarnya kedua tempat ini memiliki corak yang berbeda dalam pembuatan batik. Di Kampung Batik kauman, motif atau corak batik lebih cenderung gelap, sedangkan di Laweyan cenderung gelap. Namun pastinya kedua tempat ini menyediakan oleh-oleh khas Solo berupa batik.Tidak lengkap rasanya kalau datang berkunjung ke wisata Solo namun tidak membeli batik sebagai oleh-oleh. Kampung Batik Laweyan Solo ini dapat anda jadikan sebagai alternatif sebagai tempat membeli batik di Solo.

12. Istana/ Pura Mangkunegaran


Setelah Kerajaan Mataram dipecah oleh Belanda / VOC menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, ternyata krisis yang dihadapi Kerajaan Mataram ini belum berakhir. Dua tahun setelah Perjanjian Giyanti, Kasunanan Surakarta dipecah lagi menjadi 2 yaitu Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran. Pemecahan ini melalui perjanjian Salatiga pada tahun 1755. Sebagai Raja Mangkunegaran adalah Raden Mas Said yang kemudian bergelar Mangkunegoro I. Saat ini Pura Mangkunegaran dapat dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat koleksi peninggalan jaman dahulu, khususnya berupa benda sejarah yang berhubungan dengan Raja-raja Mangkunegaran. Selain itu Pura Mangkunegaran saat ini dijadikan tempat upacara adat dan tari Beksan. Wisata sejarah di Solo ini juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena memiliki bangunan yang unik tempo dulu.

Kota Solo sebagai kota pariwisata selain menyajikan wisata Solo yang sangat Bagus juga menawarkan berbagai macam event budaya dan wisata yang sangat menari untuk disaksikan. Event budaya yang digelar tahunan di Solo misalnya Sekaten, Kirab Keo Bule dan juga solo batik carnival.

Kamis, 02 Maret 2017

Wisata Yogyakarta Kota Pelajar

14 tempat wisata malam di jogja – yang penuh warna, paling banyak dikunjungi dan Amazing Banget!
salam sobat om cakra guide wisata anda, kali ini kami akan jalan-jalan malam menuju JOgjakarta... waw... mari kita simak perjalanan kita di malam jogjakarta yang super waw, sekali,

Siapa yang tidak rindu balik lagi ke jogja, tempat wisata Jogja memang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama dari jakarta, bandung, surabaya dan semarang. bila berwisata ke kota gudeg ini tidak pas rasanya kalau tidak menikmati  wisata malamnya. sebab,dijogja banyak sekali tempat-tempat yang ramai dikunjungi bila malam tiba, wisata Yogyakarta memang menyuguhkan keelokan yang seolah tidak ada ada habisnya. Gak cuma wisata alam seperti pantai-pantainya yang menawan, tapi juga wisata sejarah dan budayanya. Romantisme Jogja yang tertanam di benak banyak orang yang pernah menjadi bagian darinya tak pelak selalu membuat kita rindu.

Ketika senja tenggelam, indahnya Jogja tak lantas ikut meredup. Semaraknya Kota Gudeg ini justru baru saja dimulai. Jadi, jangan dulu buru-buru pulang kerumah. Ayo mari kita jelajahi semaraknya Jogja di malam hari! Nah sebelum berwisata malam di Jogja, ada baiknya simak dulu ulasan dari om cakra wisata supaya mengetahui tempat-tempat wisata mana saja yang asik untuk dikunjungi.. 

1. Jalan Legendaris - Malioboro


Malioboro, adalah ruas jalan paling fonmenal dan  legendaris di Yogyakarta, ternyata jika kita dating kesini malam tiba dan lampu-lampu kota mulai menyala, Malioboro akan menunjukkan wajah cantiknya. Pemandangan ini nih salah satu alasan banyak orang yang susah move on dari Jogja dan ternyata tak cuma semarak dengan hiruk-pikuk interaksi antarmanusianya di siang hari.  Di kiri kanannya, kamu bisa menikmati pemandangan bangunan lawas yang berpadu dengan mal dan hotel sambil berjalan kaki. Jangan lupa uga berhenti untuk menikmati musik angklung yang unik dari pengamen angklung yang biasa “manggung” di trotoar Malioboro. 

2. Bermain Sepeda Mengelilingi Alun-alun Kidul ( Selatan)

Seiring terbenamnya matahari,alun-alun selatan ini ramai sekali dikunjungi. tidak hanya dari warga jogja saja yang datang ketempat ini,tetapi banyak juga mereka yang dari luar kota yang ingin menikmati wisata malam di jogja.disini kalian bisa bermain sepeda bersama keluarga,teman ataupun pacar. di sepanjang pinggir alun-alun selatan ini banyak sekali yang menyewakan sepeda yang sudah di modifikasi dengan dihiasi lampu yang warna-warni dan untuk harga sewanya tergolong cukup murah yaitu 15rb saja.

selain bermain sepeda,kalian bisa menikmati aneka makanan yang dijual di sepanjang pinggir alun-alun selatan ini. berkumpul dan menikmati makanan sambil melihat ramainya orang-orang yang bermain sepeda adalah pengalaman yang bisa kalian dapetin di jogja. asik kan?





                Alun-alun kidul (alkid) berlokasi dibagian selatan kompleks Keraton Yogyakarta. Di sini kamu akan menjumpai keramaian yang akan membuat kamu malas untuk pulang, terlebih kalau malam minggu. 

Ada tradisi unik di Alun-alun Kidul yang dikenal dengan sebutan Masangin. Menurut sumber terpercaya, Masangin merupakan suatu tradisi dimana seseorang yang ditutup matanya  berjalan melewati dua pohon beringin yang berada di tengah-tengah alun-alun. Konon, saat seseorang tersebut suskes berjalan melewati diantara dua pohon beringin besar tersebut, maka keinginannya bisa terwujud.



Fasilitas yang ada di Alun-alun Kidul diantaranya: pedagang wedang ronde, jagung bakar, roti bakar, warung tenda lesehan, dan aneka jajanan lainnya. Bukan hanya itu, di Alkid ini juga terdapat aktifitas mengasikan yaitu mengelilingi Alkid dengan menggunakan sepeda hias. Dijamin liburan kamu selama di Jogja akan lebih berkesan.

3. Kakawasan titik Nol Kilometer , Gabungan antara  sinar lampu dan komunitas yang nongkrong

                Kamu pasti tahu kalau kawasan Nol Kilometer atau KM Nol ini adalah memiliki sejumlah bangunan peninggalan Belanda yang disebut loji. Coba deh kemari ketika malam hari, kamu seolah diajak berkelana ke masa lalu lewat bangunan-bangunan tua yang terawat sampai sekarang. Pendar kekuningan dari lampu merkuri makin menambah kesan romantis di tempat ini.

Kawasan KM Nol ini menjadi tempat favorit anak muda di Jogja untuk nongkrong maupun mengekspresikan diri. Kamu bisa melihat berbagai komunitas dan seniman menarik perhatian pengunjung lewat atraksi mereka. Ada yang meniru patung perunggu, berdandan ala hantu, sampai menari.
Titik Nol Kilometer berlokasi di ujung jalan Maliboro, penduduk setempat sering menyebutnya dengan Prapatan Kantor Pos Gede (Perempatan Kantor Pos Besar). Kawasan ini terletak di titik pertemuan empat jalan yaitu Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan Trikora, dan Jalan Senopati. Dari nol kilometer, kamu bisa  menjumpai beberapa bangunan tua peninggalan Belanda (Loji).

Karena posisinya yang strategis, 
Titik Nol Kilometer menjadi salah satu tempat nongkrog popular di Jogja. Setiap malam tempat ini tak pernah sepi pengunjung, dari yang sekedar nongkrong-nongkrong saja sampai jadi tempat berkumpulnya banyak komunitas yang mengadakan event-event tertentu. Beberapa event yang kerap dilaksanakan di tempat ini yaitu mulai dari pertunjukan seni tradisi seperti tari, konser musik, perfomance art, sampai dengan event yang bertaraf internasional.

4. Taman Pelangi ( Taman Lampion )

Banyak sekali tempat wisata di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Dan salah satunya adalah Taman Pelangi yang terletak di ring road utara daerah monjali (monument jogja kembali) Yogyakarta ini. Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan raya, Tempat wisata ini adalah salah satu tempat  wisata malam yang diminati oleh para wisatawan.


Taman Pelangi ini mempunyai dua sisi pintu masuk yaitu timur dan barat. Jika kalian akan berkunjung kesana maka disarankan sih lebih baik masuk melalui pintu yang timur karena dari situ para penelusur akan langsung disambut lampion besar berbentuk pelangi yang sekaligus menjadi pintu gerbang menuju negeri lampion.

Taman Pelangi merupakan bagian dari Moonjali (Monumen Jogja Kembali). Di sini,  kamu dapat menikmati gemerlapnya berbagai jenis lampion megah, seperti lampion berbentuk tokoh pewayangan, tokoh kartun, Tugu Jogja, kereta kuda, binatang darat,  binatang bawah laut, aneka benda antik, aneka bunga, serta replika keajaiban dunia. Di tempat ini juga disajikan berbagai wahana permainan untuk anak-anak maupun dewasa.

5. Bukit Bintang, surganya bintang-bintang berkerlipan.



Tempat asik berikutnya yang bisa kamu jadikan tempat nongkrong saat malam hari di Jogja yaitu Bukit Bintang. Bukan hanya asik, tapi juga sangat eksotis dan romantis. Bukit Bintang terletak di kawasan perbukitan Pathuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Berada di tempat ini, kamu akan disuguhi kecantikan kota Jogja saat malam hari. Kamu seperti melihat lautan bintang-bintang, ah, mungkin lebih tepatnya lautan kunang-kunang. Bukit Bintang menjadi pilihan tepat buat kamu yang merindukan keromantisan berasama pasangan.

Berada di pinggir jalan Jogja – Wonosari. Tepatnya sih di Bukit Pathuk. Untuk rutenya sendiri hampir sama kalau mau ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Namun ini masih jauh sebelum Gunung api, sangat cocok jika saat pulang dari wisata di wonosari mampir ke sini.

Sangat di rekomendasikan saat sore menjelang malam untuk kesini. Karena dari ketinggian kurang lebih 150 meter kamu bisa melihat kota Jogja pada saat malam yang sungguh romantis dan mempesona

6. wisata malam jogja menikmati kisah Ramayana di Sendratari Ramayana.



Ramayana Ballet merupakan tempat pagelaran seni drama dan tari yang mengangkat cerita Ramayana. Biasanya digelar tiap hari Selasa, Kamis serta Sabtu. Pagelaran tersebut berlangsung pukul 19.30 sampai 21.30 WIB yang berlokasi di kawasan Candi Prambanan. Pada musim kemarau, pertunjukan biasanya digelar outdoor di Open Air Theatre dengan background Candi Prambanan. Sedang di musim penghujan, pertunjukan biasanya digelar indoor di Tri Murti Theatre.

7. Tugu Jogja - gemerlap sorot lampu keemasan dan nuansa magisnya di malam hari

Jika kamu menganggap Tugu Jogja itu biasa saja, tunggulah sampai malam tiba. Dihiasi cahaya lampu kota, Tugu Jogja jadi tampak begitu mempesona. Saking mempesonanya, banyak orang yang rela menanti sampai jalanan agak sepi demi berfoto dengan Tugu Jogja di malam hari.

8. Pesta Rakyat Sekaten di Alun-alun Utara. Tempat kemeriahan khas tradisional Jogja

Dari titik Nol Kilometer, berjalanlah ke arah selatan dan temukan alun-alun utara Yogyakarta. Setiap menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, alun-alun utara menjadi salah satu pusat keriaan Jogja di malam hari. Di sinilah pasar malam Sekaten digelar setiap tahunnya.

Kamu bisa menemukan aneka wahana permainan yang seru dan murah meriah, seperti kora-kora, bianglala, ombak banyu, sampai rumah hantu. Tersedia pula aneka jajanan serta toko-toko yang menjual pakaian bekas. Suasana makin riuh dengan diputarnya lagu-lagu dangdut di sejumlah wahana

9. Nikmati sisi romantisnya Monumen Jogja Kembali bersama pasangan, di malam hari.

Monumen Jogja Kembali atau Monjali merupakan sebuah monumen dan museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang terletak di Jalan Lingkar Utara Yogyakarta. Selain berisi rekaman sejarah untuk mengenang pahlawan kemerdekaan, monumen ini ternyata punya sisi romantisnya sendiri di malam hari, lho.

Di pelataran Monjali, ada Taman Pelangi yang terasa semarak dan romantis di malam hari. Lampion-lampion berbagai bentuk menerangi tempat ini dengan cahayanya yang warna-warni. Cuma di sini kamu bisa melihat pelangi di malam hari. Apalagi, taman ini tergenapi dengan berbagai wanaha yang bisa kamu nikmati bersama teman, pacar, atau keluarga.

10.  Sindu Kusuma Edupark, suasana malam di kota Jogja kini bisa kamu nikmati dari atas bianglala

Sebuah ferris wheel dengan lampu berwarna-warni di Sindu Kusuma Edupark semakin menambah semarak Jogja di malam hari. Sindu Kusuma Edupark atau SKE adalah taman rekreasi yang terbilang baru di Yogyakarta. Wahana utamanya adalah ferris wheel alias kincir ria setinggi 48 meter.

Dari puncak bianglala ini, kamu bisa menikmati suasana lampu kota Jogja bersama orang yang kamu kasihi. Taman rekreasi ini cuma buka sampai jam 9 malam, jadi jangan sampai kemalaman.

11. Riuhnya malam bersama Oyot Godhong Cabaret Show yang lucu, unik, dan menghibur

Gak cuma Bangkok dan Bali yang punya pertunjukan kabaret yang ditampilkan oleh ladyboy atau waria, Jogja juga punya. Sambangi saja Oyot Godhong Cabaret Show yang tampil tiap malam Sabtu dan malam Minggu di atap Mirota Batik, Malioboro. Di sini, kamu akan disuguhkan dengan penampilan menari dan menyanyi lipsync di atas panggung yang gemerlap oleh para waria.

Di atas panggung inilah para waria bisa diakui lewat kemampuannya menghibur penonton. Siap-siap aja untuk geli sampai tertawa terbahak-bahak karena gaya mereka yang kocak. Kalau ingin menonton, jangan sampai terlambat sampai di gedung pertunjukan, karena tempatnya pasti akan penuh sesak.

12 .Nikamti Angkringan sambil lesehan ditemani secangkir kopi areng. 


Menikmati suasana malam di Jogja tentu belum lengkap tanpa lesehan di angkringan ditemani secangkir kopi. Setiap malam, angkringan Lik Man di sisi utara Stasiun Tugu serta angkringan KR di jalan Margo Utomo selalu dipadati anak muda. Tikar-tikar sederhana yang lusuh menjadi alas duduk mereka ketika ngobrol ngalor-ngidul sembari menyeruput kopi yang masih beruap.

Suasana inilah yang menginspirasi banyak musisi untuk menciptakan lagu yang tak lekang oleh zaman, seperti Kahitna dengan lagu Yogyakarta-nya. Mumpung kamu di Jogja, kenapa gak menjajalnya sendiri?


13. Pasar Seni Gabusan, tempat nongkrong seru yang sayang bila dilewatkan.

Pasar Seni Gabusan (PSG) terletak di Jl. Parangtritis Km 9, Bantul, Yogyakarta. Pasar yang berasitektur unik ini dibangun dengan tujuan untuk memasarkan sejumlah produk kerajinan masyarakat Bantul. Di Indonesia, Pasar Seni Gabusan (PSG) menjadi pasar seni terbesar dengan berbagai macam barang yang bersifat Seni. Selain itu, PSG juga kerap digunakan untuk berbagai event, salah satunya Bantul Expo. Seperti skaten, Bantul Expo pun ramai pengunjung ketika malam hari.

14. Benteng Vredeburg, tempat melankolis yang sarat akan sejarah


Benteng Vredeburg menjadi salah satu bangunan bersejarah yang terletak dikawasan Malioboro dan titik nol kilometer. So, jangan lupa untuk mengunjungi Benteng Vredeburg saat kamu jalan-jalan ke Malioboro. Benteng ini dahulu kala dikenal dengan sebutan Rusternburg atau tempat peristirahatan. Dihari-heri tertentu, saat malam tiba tempat ini masih dibuka untuk umum. Banyak hal menarik yang bernilai edukasi yang bisa kamu jumpai saat kamu mengunjungi tempat ini. Sumpah, datang kesini enggak bakalan rugi.

Demikian resume 
14 tempat wisata malam di jogja – yang penuh warna, paling banyak dikunjungi dan Amazing Banget!.


selamat berlibur semoga bisa jadi bahan pertimbangan wisata kalian....
selamat berlibur maaf tidak menampilkan foto